Tutup buku. Buka halaman baru

Tutup buku karena hari ini…

LULUS! hahahahaa 😀

Akhirnya perselingkuhan gue sama mas thesis diakhiri dengan ending yang menyenangkan. Sehari yang lalu, gue yang biasanya rakus ini, langsung naek asam lambungnya karena stres. Stres takut mas thesis ogah diputusin, takut hakim ternyata juga tidak menyetujui perpisahan kami hahaha 😀

Tapi, sidang perdana perpisahan gue ini ternyata menyenangkan. Gue malah dapet banyak insight tentang penelitian gue. Gue jadi pingin tau lebih banyak, gue jadi pengen ketemu responden-responden gue yang luar biasa.

Oh iya, agak lebay mungkin ya…tapi hubungan gue sama mas thesis ini membuka mata gue lebih lebar. Membuka mata gue ternyata gue ini dikasih anugrah yang buanyak. Gue dipertemukan dan dikelilingi orang yang luar biasa. Gue sampe menitikkan air mata loh betapa social support yang gue miliki itu kaya iklan mastercard…priceless

Bapak sama ibu? wah udah nangis mereka karena terharu, soalnya agak semi aib anak perempuannya yang selingkuh sama thesis ini. Udah lama ga lulus-lulus haha 😀

Tapi sungguh, memang gue bisa melihat betapa luar biasanya kehidupan gue cuma saat gue susah, dan gue malu sama diri gue sendiri (gitu masih diulangin terus *self keplak*) soalnya gitu molo. Giliran seneng, eh lupa prihatin dan lupa sama sekeliling -_-‘

Satu lagi, dalam perjalanan gue membina hubungan sama mas thesis ini, gue banyak belajar dari responden-responden gue yang super tabah, mereka luar biasa menurut gue, sungguh! Ketika gue ada di sepatu mereka, mungkin gue ga akan bisa menjadi seperti mereka.

Jadi, akhirnya dengan resmi gue menutup episode gue dengan mas thesis. Besok gue membuka lembaran selanjutnya, dan menulis cerita baru.

Yuk teman-teman, semangat! 😀

Dikitttt lagiiii

Kalo kata orang cerai, maka ini adalah tahap menyiapkan berkas kasus untuk diperkarakan

Loh loh? Nggak kok, bukan sungguhan cerai hahaha, tapi akhirnya gue hampir resmi bercerai dari mas thesis, itu lohh yang gue kerjainnya sambil garuk-garuk aspal hahahaha 😀

akhirnya kemaren gue kelar dan udah kumpul, nggak tidur hampir 2×24 jam, dan pas kumpul typo  donk judulnya, langsung gue down, pulang rumah langsung nelp emb sambil nangis-nangis hahaha 😀 

Gue ga pernah nangis loh bikin tugas, jadi ini pertama kalinya gue nangis karena merasa inferior sama apa yang gue kerjain. Apalagi kl liat punya temen yang segepok, gepok, dan gue paling tipis. Emb sih dengan lugas bilang “kamu tau gak, dosen tu males kali baca yang tebel-tebel” hahahahaa iya juga sih, tapi di Indonesia kan kayaknya yang banyak dan tebel biasanya bagus nilainya :p

Dan, ngobrol sama emb, gue makin menyadari bahwa gue harus bersukur punya hasbem kaya doi. Pas gue bilang nanti “kalo suru penelitian ulang gimana?”, dengan santai dia jawab “ya kamu tinggal penelitian ulang” hahahaha, kok gitu sih, pengertian mah harusnya bilang “nggak kamu pasti bisa la la la” Tapi buat kasus gue, itu adalah bentuk pengertian dia. Dia ga malu kalo tau istrinya ga lulus ujian, dia mau dukung istrinya yg keras kepala buat ujian ulang bahkan mungkin penelitian ulang *ketok meja, jangan sampeee”

Okeh, jadi senin minggu depan gue akan ujian. Doakan saya yah! *benteng takeshi mode*

Btw lama yah ga ngeblog, ya gara-gara ngurusin si mas thesis ini, semoga abis ini bisa rajin ngeblog lageee *narihulahula*

Kejahatan di sekitar kita

Diperuntukkan kita semua, khususnya para Ibu, pekerjaan paling mulia di dunia ini 😀

Gue biasanya baca ini cuma di detik atau koran-koran, nggak nyangkah loh pengalaman ini akan dialami juga sama temen deket gue ama emb. Sebelum kalian deg-deg-an bacanya, Puji Tuhan semua masih dilindungi sama yang Maha Kuasa. tapi ini penting untuk jadi warning buat kita semua untuk lebih aware sama diri sendiri dan lingkungan kita.

Barusan aja gue baca status facebook temen deket, yang kebetulan rumahnya ga jauh dari rumah tempat gue tinggal, di daerah Bekasi pokoknya. Status itu begini bunyinya :

“Rumah ramai didatangi para satpam dan tetangga. Pagi ini ada insiden. Waktu saya ke pasar, ada ibu-ibu asing datang ke rumah. Dia meminta L dari pengasuhnya, dengan dalih dia disuruh ibu (=saya) untuk ngasuh L. Waspadalah, waspadalah.” (L : inisial nama anak temen gue, usia +/- 2 tahun)

Wah, jelas statusnya langsung dibanjiri berbagai pertanyaan tentang keadaan mereka. Gue pun salah satunya yang langsung kirim bb msg ke dese. Dia cerita kalo dia lagi ke pasar, dateng ibu-ibu geje yang ngaku disuruh temen gue untuk ngasuh anaknya. Mbak-nya sempet bingung, tapi dia ambil lagi si kecil, dan dibawa kabur ke tetangga yang punya pembantu cowok. Rumahnya udah dibiarin terbuka, dan si ibu masuk-masuk ke dalem rumah. Ada barang ilang atau nggak gue ga tau dan ga nanya, intinya Ibu dan Anak selamet aja hihihi 😀

Ini membuktikan loh bahwa ga selamanya satpam didepan itu aman. Karena rumah temen gue ini di perumahan yang akses keluar cuma 1 dan dijagain satpam 2 orang loh. Maling, penculik, dan rampok sekarang pinter-pinter. Mereka ga lagi gugup, takut, keliatan cemas, soalnya ini udah jadi profesi. Makanya satpam-pun ga bisa disalahin juga, orang taunya emang suruhan si tuan rumah gitu, mungkin dipikirnya pembantu baru, atau pembantu setengah hari.

Gue ga bisa membayangkan jadi temen gue. Sekarang anaknya gampang takut, dikit-dikit bilang takut, temen gue juga lemes, shock dia. Sedih deh 😦

Gue mau share ini supaya temen-temen makin waspada. Saran gue sih kalo ada duit lebih anaknya masukin day-care aja, menurut gue jauh lebih aman (kayaknya ya hihi), lebih bagus kalo ada anggota keluarga yang bisa dimintain tolong. Paling bagus lagi ya kakek-neneknya hihihii :D. Ini asumsi kalo suami-istri kerja ya.

Java Heat Review

Percaya ga ada film action sekelas Hollywood di Indonesia, di Yogyakarta lebih tepatnya, percaya gak? Gak percaya? Gue tadinya gak percaya, sampe gue liat ini :

Homaigat! Ini film keren bangett!! Dan gue bangga loh Ario Bayu artis kita yang super ganteng (tapi-ga-lebih-ganteng-dari-emb versi gue) adu akting bareng Kellan Lutz (yang jadi Emmet Cullen di Twilight) sama Mickey Rourke (Yang jadi Ivan Vanko, musuhkan Iron man 2). Yang bikin lebih bangga? Karena settingnya sangat Indonesia termasuk borobudur pun jadi salah satu setting film ini.

Sinopsis :

Seorang warga negara America yang mengaku bernama Wilde sedang dalam program pertukaran pelajar, ditangkap polisi karena menjadi saksi pembunuhan Sultana (Sultan perempuan) pertama di Indonesia. Sultana menjadi salah satu korban bombing suicide yang disinyalir sebagai kelompok teroris. Letnan Hashim yang menginterogasi Wilde kemudian banyak menemukan kebohongan dari si warga Amerika ini. Si Warga Amerika ini ternyata menemukan banyak fakta yang menunjukkan bahwa ini bukan perbuatan teroris dan bahwa yang mati bukanlah Sultana. Akhirnya mereka berdua bekerja sama untuk mengungkapkan penculikan tersebut. (gue cerita singkat aja yah biar ga banyak spoiler-nya)

Awalnya agak aneh yah ngeliat settingnya di negeri sendiri dengan banyak ledakan khas hollywood gitu. Tapi menurut gue ini layak ditonton. Selain itu juga paparan tentang Jogja, keanekaragaman budaya dan agama juga digambarkan di film ini. Batik dan kebaya juga banyak ditampilkan, apalagi baju si Sultana ini, keren-keren abis loh! Macam karya Anne Avantie gitu hahaha 😀

Kalo pada nanya kok gue bisa nonton, tentu saja karena gue donlot dari temen, dan tentu saja ini salah, Warning, jangan ditiru yah! hahahaa 😀

Overall gue kasih rating 8/10. Go Go film Indonesia!!