Mantan Pacar

Yang kebetulan baik gue maupun emb…emmm kita berdua nggak punya.

Ya mungkin kalo uda pernah baca postingan mungkin udah tau, yang belom baca ya gue review dikit. Gue ama emb ini ya nggak pernah punya hubungan resmi sebelomnya. Hubungan resminya ya kami saat ini, sebelum dan sesudah nikah. Jadi kami ini nggak pernah bisa bilang bahwa kami punya mantan. Kalo ada yang nanya kenapa ya…jawaban paling gampangnya karena kami berdua sama-sama nggak laku, ketemu, daripada ga ada ya sudah mwahahaa 😀

Terinspirasi tulisan Noni tentang cemburu, gue jadi flashback percakapan gue dan temen-temen beberapa hari sebelumnya. Gue juga jadi flashback percakapan minggu sebelumnya saat emb lagi di Jakarta.

Percakapan gue tentang emb adalah membahas perempuan-perempuan yang hadir dalam hidup emb. Nggak ada pertanyaan yang bersifat membandingkan, gue hanya bertanya apakah emb sudah bisa move on, apakah dia baik-baik saja, apakah masih ada yang mengganjal. Tujuan gue sebenernya cuma satu. Kalo emb masih ada sesuatu, gue akan bantu emb buat move on. Klise yah hahahaa, tapi emang gitu sih. Kalo ada yang nanya gue cemburu nggak, yes, i admit it. Ada waktu dimana gue cemburu, tapi seiring berjalannya waktu, rasa cemburunya malah terkikis digantikan rasa iba. Bukan mengasihani loh ya, tapi gue sedih kalo ternyata emb nanti memendam sendiri dan sakit sendiri. Singkat cerita, emb bilang bahwa dia merasa sangat beruntung karena gue mau mengerti dan nggak cemburuan. Tapi yes, saking jarang cemburuan dan saking cueknya, emb malah pernah kalang kabut sendiri karena dia kira gue ga sayang sama dia mwahahahaha 😀 *pukpuk emb*

Oke, pertemuan dengan temen-temen gue ini membahas masalah yang sama. Mantan pacar. Gue bilang pada mereka bahwa di satu sisi mereka musti tahu mengenai masa lalu laki-laki pasangannya. Ada alasannya tentu. Pertama, semakin tahu pasangan kita dari cara mereka memperlakukan pasangan. Kedua, belajar dari pengalaman sebelumnya, jadi nggak kejadian lagi. Ketiga, saling mendampingi kalo-kalo ada yang masih stuck. Tapi ya, itu semua bisa dipraktekkan kalo kedua belah pihak bisa legowoLegowo itu artinya lapang dada, jadi diharapkan bisa berbesar hati. Kalo ini terjadi, pasti hubungannya lebih kuat, lebih solid.

Tapi gimanapun juga ya, semua kembali pada konsep masing-masing. Kita yang tahu diri kita sendiri dan batas-batas yang kita miliki. jadi keputusan untuk tahu dan tidak tahu ya kita masing-masing aja 😀 Temen gue pun ada yang berpendapat. “itu kan masa lalu, nggak perlu dikorek-korek” hihihi, boleh banget loh beda-beda. Kembali ke prinsip awal, kita yang tahu, kita yang memutuskan. Setuja? 😀

Advertisements

8 thoughts on “Mantan Pacar

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s