Hidup bak Roller Coaster

*Ngintip dulu dari balik tembok*

*takut digebukin masa*

#edisiberasabloggerartist *padahal kerjaan tiap hari mantengin stat, ngarep banget blognya dibaca*

Apa kabar? Anyong haseo? Comment allez-vouz? (daku buta loh sama bahasa korea, tapi kira-kira kaya gitu lah kedengeran dikuping kalo liat di tipi dan orang korea ngucapin salam hihihihii)

Lama yah nggak beredar, blogwalking sih jalan terus, tapi kadang ga ninggalin jejak, macem maling profesional gitu deh hahahaaa. Oke, kali ini daku mau cerita.

Hidup bak Roller Coaster. Siapa yang ga pernah? Gue rasa semua orang pernah mengalami perjalanan hidup naek turun dengan cepet, kebanting-banting di kelokan, andrenalin rush, sampe pemandangan indah di ujung tanjakan. Yaa…saya gambarkan hidup itu seperti roller coaster. Cuma memang kebetulan ada yang roller coasternya anak-anak, ada yang roller coasternya gila-gilaan. Mungkin kira-kira kaya gini ya :

Roller Coaster

ih itu ngeri banget si takabishi-jepang punya

Mungkin saat ini, gw dan emb mengalami roller coaster yang atas. Dimulai dari gimana kita jatuh bangun *nyanyik dulu lagunya maggie-z* untuk menyelesaikan S2, dengan perubahan status dari LDR (long distance relationship) ke LDM (long distance marriage), meninggalkan kenyamanan hidup di Singapura dan pulang lagi ke Indonesia masih tetap LDM. Tanpa sadar, banyak juga yang menyayangkan keputusan kami itu. Dan seperti yang sudah pernah gw bilang, kami pulang untuk bangun bisnis.

Kalo ditanya legowo gak meninggalkan singapore? Masih bisa dibilang gak legowo. Ada lah beberapa penyesalan. Tapi Emb selalu bilang bahwa tidak boleh menyesali apa yang sidah dipilih. Dan disitulah gue, daripada pundung dan galou ga jelas, mulai mengerjakan ina inu.

Di Bisnis yang dibangun inilah kita baru bener-bener tau rasanya naek roller coaster yang diatas itu. Tapi ya, kalo orang tua bilang kalo rejeki orang menikah itu beda, entah kenapa mungkin ada benarnya. Antara memang kepercayaan itu bener adanya kek gitu atau entah kiitanya yang tanpa sadar lebih hemat.

Pada akhirnya kami berdua memutuskan bahwa sudah saatnya gue pulang ke rumah Pulang ke Emb. Ga ada lagi tuh yang namanya cium-cium layar monitor leptop pas kangen muahahahahhaa. Layar monitor ga enak, ga ada rasanya gituh..*ya kaliiiii*

kepingin  heitz nampang sendiri muahahaha

kepingin heitz nampang sendiri muahahaha

Btw, yang bak roaler coaster ga cuma perjalan kami rupanya. Perut kami berdua pun bak gunungan roller coaster dengan turunan curam bhuahahahaa. Bagaimanapun juga, meskipun menakutkan tapi kami berdua tetep menikmato roller coaster kami ini.

Okeh, sampei jumpa di cerita selanjutnya. Jangan bosen bosen maen kemari yaaa

Advertisements

6 thoughts on “Hidup bak Roller Coaster

    • Kebetulan kita berdua cuek Man, jadi ga terlalu masalah gitu..cuma kalo lama-lama kok kayaknya ga bagus yaa…
      Ahahahaaa mber, cuma berani majang foto doank, ga berani kl suru naek 😀

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s